Teknik Penulisan Berita Media Televisi (Bagian 3)

Posted by Kursikayu.com 0 komentar
Teknik Penulisan Berita Televisi
Teknik Penulisan Berita Media Televisi - setelah membaca Teknik Penulisan Berita Media Televisi (Bagian 2), sekarang kita akan membahas Teknik Penulisan Berita untuk Media Televisi (Bagian 3). berikut pemaparan lanjutan Teknik Penulisan Berita Media Televisi (Bagian 3) 

KEMASAN BERITA TELEVISI:
1. BERITA COPY
- Berita Copy, merupakan cara paling dasar dan sederhana
dalam menyampaikan berita di televisi
- Berita Copy dibuat, jika peristiwanya sangat penting
- Bisa dibuat dengan cepat, karena tidak perlu persiapan
yang terlalu banyak.
- Tidak ada gambar, karena berita baru saja terjadi, bahkan
mungkin masih berlangsung.
- Bisa dilakukan dengan cara “phono” (penyiar menelepon
langsung reporter yang berada di lokasi kejadian)
- Jika memiliki perangkat SNG, bisa ditayangkan langsung
dari lokasi kejadian à on the spot
- Presenter tampil di layar, membacakan berita copy
secara utuh dari awal sampai akhir
- Lamanya berita copy antara 30-45 detik

2. READERS / GRAFIX
- Readers/Grafix, merupakan cara paling dasar berikutnya
- Format ini digunakan jika sebuah peristiwa, baru saja
terjadi dan reporter belum memiliki akses untuk merekam
gambar kejadian ke dalam kaset video.
- Presenter hanya tampil membacakan intro, diikuti dengan
tayangan grafis (data, angka, peta lokasi, still foto, dll.)
- Presenter masih terus membacakan berita, ketika gambar
atau grafis tersebut ditayangkan.
- akhir dari berita readers/grafix, bisa di wajah anchor
atau di gambar/grafix yang ditayangkan
- Lamanya berita Readers/Grafix: 15-30 detik.

3. CLIPS ONLY
- Intro dibacakan Anchor, disusul dengan Sync Narasumber
- Berita Clips Only, akan dimunculkan jika Narasumber
merupakan orang yang sangat penting
- Atau jika sync dari narasumber “menghebohkan”
- Intro yang dibacakan Anchor maksimum 3 kalimat
- Lamanya berita Clips Only: 40-45 detik
- Intro memuat: Topline, Background dan Context
- Topline: kalimat pertama dari sebuah intro
- Background: latar belakang fakta, mengapa peristiwa terjadi
- Context: kejadian lain yang terkait dengan peristiwa itu

4. OoV (Out of Vision)
- Berita hanya dibacakan Anchor tanpa Voice Over (VO)
- Ketika membacakan intro, Anchor muncul di layar,
disusul dengan gambar tanpa VO.
- Ketika gambar sedang ditayangkan, Anchor masih tetap
membacakan berita OoV.
- Ketika gambar selesai, Anchor masih membacakan berita
- Alasan dibuatnya berita OoV:
- tidak cukup waktu untuk dibuat jadi berita paket
- tidak cukup kuat untuk dibuat jadi berita paket
- Lamanya berita OoV: 45 detik

5. BERITA PAKET (PACKAGE)
- Unsur penting yang harus ada dalam berita paket:
a. Intro à dibacakan oleh Anchor
b. Sequences à gambar-gambar dari peristiwa berita
c. Sync à suara langsung dari narasumber
d. Voice Over (VO) à narasi berita di-dubbing oleh Reporter
e. Stand-Up à reporter tampil di layar mengakhiri berita
f. Natural Sound (natsound) à suara alami di lokasi peristiwa

- Kata-kata dalam VO, tidak boleh sama dengan sync, jika sama disebut redundant.
- Ketika Stand-Up, akan muncul: identitas Reporter,
identitas Stasiun Televisi dan lokasi tempat kejadian
- Stand-Up merupakan “Standard Out Cue” (SoC)
- SOC : tanda akhir dari sebuah berita à disebut juga Pay 0ff
Kalimat SoC misalnya:
“Ida Bagus Oka, Metro TV melaporkan dari Denpasar Bali…”
- Lamanya Berita Paket: 1 menit 45 detik (maksimum)

Struktur Berita Paket:
Intro dibacakan Anchor ……………………. 10 detik
Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik

Bridge to Sync-1
Sync-1 (korban dari kejadian) ………………… 30 detik
Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik

Bridge to Sync-2
Sync-2 (pihak bertanggung jawab) …………… 30 detik
Sequence tanpa V/O……………………………. 8 detik
Pay off/SOC/VO Penutup ……………..…… 15 detik

Stand-Up Reporter
Total berita paket……………….1.45 menit

Dalam sebuah Berita Paket (package) terdapat:
1. Intro 5. Vox Pop
2. Angle 6. Stand-Up
3. Sequence 7. Grafix
4. Voice Over 8. Nat Sound / Atmosfer

- Intro = kalimat pertama dari berita
- Angle = sisi yang akan diangkat dalam pemberitaan
- Sequence = gambar-gambar yang akan diambil oleh kameramen
- Voice Over = narasi yang akan mengisi tayangan sequence
- Vox Pop = pendapat singkat dari orang-orang tentang peristiwa
- Stand-Up = Reporter berbicara ke Pemirsa menghadap kamera
- Grafix = data-data diluar sequence: gambar, foto, sketsa, peta lokasi, dll.
- Nat Sound = atmosfher, suara alami yang terekam di lokasi kejadian

Jika kita bruntung semua unsur di atas bisa didapat di satu lokasi kejadian Contohnya pada peristiwa Kebakaran atau Penggusuran.

ALUR PERJALANAN BERITA SEBELUM DITAYANGKAN

Sekembalinya dari lapangan, Reporter harus segera melapor
kepada Produser, mengenai berita yang baru saja diliputnya.
Jika Produser setuju berita itu dibuat menjadi “berita paket”,
maka Reporter langsung membuat intro berita.
Setelah intro selesai, Reporter melakukan preview dan logging
(mencatat gambar-gambar yang akan dipakai dan memilih sync)
Selanjutnya Reporter menulis naskah berita (narasi untuk VO),
disesuaikan dengan gambar dan sync yang dipilih Reporter
Setelah naskah berita (narasi) selesai, Reporter melakukan
perekaman suara (dubbing) inilah yang disebut voice over
Terakhir mengedit gambar dan menggabungkannya dengan
narasi (mixing), hingga menjadi hasil edit yang siap untuk
ditayangkan, disebut final cut

Referensi:

•1. Baksin, Askurifai. 2006. Jurnalistik Televisi: Teori dan Praktik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
•2. Harahap, Arifin S. 2006. Jurnalistik Televisi: Teknik Memburu dan Menulis Berita. Jakarta: PT. Indeks, Kelompok Gramedia.
•3. Ishadi SK. 1999. Prospek Bisnis Informasi di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
•4. Ishadi S. 1999. Dunia Penyiaran: Prospek dan Tantangannya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
•5. Smith, Dow. 2000. Power Producer: A Practical guide to TV news Producing - 2nd edition. Washington: Radio-Television News Directors Association.
•6. Wahyuni, Hermin Indah. 2000. Televisi dan Intervensi Negara: Konteks Politik Kebijakan Publik Industri Penyiaran Televisi. Yogyakarta: Penerbit Media Pressindo.